√ Sentra Pusat Pertumbuhan Diindonesia

Versi materi oleh Eni A dan Tri H


Hari ini kita mempelajari Pusat sentra pertumbuhan di indonesia. Bagaimanakah gambaranmu perihal Kota Jakarta kini ini? Kamu tentu sanggup menjelaskan dengan panjang lebar alasannya banyak pemberitaan mengenai Kota Jakarta melalui media massa. Kota Jakarta merupakan kota yang mengalami perkembangan pesat. Sarana dan prasarana penunjang kehidupan kota telah banyak dibangun, sehingga kehidupan kota sanggup berlangsung siang dan malam.

Apakah keadaan Kota Jakarta 100 tahun yang kemudian sama dengan keadaan sekarang? Tentu saja sangat berbeda. Pada mulanya, Jakarta merupakan kota administrasi, pelabuhan, dan perdagangan. Kegiatan ini mendorong munculnya industri dan jasa. Semakin usang aktivitas menjadi sangat kompleks menyerupai ketika ini.

Perkembangan pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia banyak bertumpu pada sektor industri. Sebelumnya, sektor minyak dan gas menjadi acuan bagi pertumbuhan wilayah. Kemudian, pemerintah melalui kebijakannya mengganti sektor minyak dan gas dengan sector industri. Pertumbuhan ekonomi wilayah diperlukan meningkat seiring kemajuan sektor industri. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi kuat pada peningkatan pembangunan wilayah. Peningkatan pembangunan wilayah kuat pada kesejahteraan penduduk yang semakin baik.


Peningkatan ini juga akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan wilayah di sekitarnya.



1. Wilayah Geografis Pembangunan

Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas banyak pulau kuat terhadap kelancaran pelaksanaan pembangunan. Pembangunan nasional akan lancar apabila pelaksanaannya tidak terpusat dalam satu wilayah, contohnya Jawa, tetapi menyebar dan menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia. Atas dasar ini, maka pembangunan nasional Indonesia dilaksanakan dengan sistem perwilayahan (regionalisasi) dan kota-kota utama yang ada dijadikan sebagai pusat-pusat pertumbuhannya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah membagi wilayah Indonesia menjadi empat sentra pertumbuhan dengan kota utamanya ialah Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Setiap sentra pertumbuhan atau regional membawahi beberapa wilayah. Setiap wilayah terdiri atas beberapa daerah. Agar lebih jelas, coba kau perhatikan tabel sebagai berikut.

Tabel 7.4 Regionalisasi Pusat Pertumbuhan Indonesia





Bila disajikan dalam peta, sentra pertumbuhan di Indonesia sanggup dilihat sebagai berikut.




Sistem perwilayahan tersebut juga diterapkan dalam lingkup daerah yang lebih kecil di setiap provinsi. Dengan demikian, terjadi hubungan antara kabupaten dan kecamatan, antarkabupaten, serta antarkecamatan yang merupakan wilayah manajemen lebih kecil.



2. Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET)

Program pembangunan nasional telah dilaksanakan pemerintah lebih dari 30 tahun. Banyak kemajuan di segala bidang dan member manfaat bagi masyarakat. Akan tetapi, selain keberhasilan yang telah dicapai tidak sedikit kekurangan dan kelemahan yang menyertainya. Beberapa kekurangan tersebut antara lain terjadinya pertumbuhan tidak seimbang atau kesenjangan pembangunan antarbidang, kesenjangan ekonomi antargolongan penduduk, dan kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Secara geografis, kesenjangan pembangunan terjadi antara daerah timur Indonesia (KTI) dengan daerah barat Indonesia (KBI). Kesenjangan pembangunan antarkawasan ini perlu diatasi, sehingga KTI yang sudah tertinggal sanggup mengejar ketertinggalan dan sejajar dengan KBI dalam pembangunannya. Usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan itu dengan pembentukan daerah pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) di KTI melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 150 Tahun 2000.

KAPET yang dikembangkan di daerah timur Indonesia (KTI) diperlukan menjadi sentra pertumbuhan yang akan merangsang perkembangan wilayah sekitarnya melalui ”trickle down effect”. Dengan demikian, mendorong munculnya kegiatan-kegiatan ekonomi di wilayah sekitar. Beberapa bidang aktivitas ekonomi yang sanggup dikembangkan di KTI mencakup pertanian tumbuhan pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan, pariwisata, pertambangan, serta industri. Pengembangan KAPET tersebar di wilayah Indonesia, ialah Manado, Bitung, Batui, Pare-Pare, Bukari, Bima, Seram, Mbay, Biak, Sanggau, Das Kakab, Batulicin, Sasamba, dan Sabang.

Penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ke luar Jawa terutama ke daerah timur Indonesia (KTI) menyerupai pembentukan KAPET bertujuan sebagai berikut.
1) Pemanfaatan sumber daya alam.
2) Peningkatan dan pemerataan aktivitas ekonomi.
3) Peningkatan pendapatan daerah.
4) Memperkuat ketahanan dan posisi geografis.



3. Pengaruh Pusat Pertumbuhan

Pengaruh yang ditimbulkan dari sentra pertumbuhan yang berkembang di suatu wilayah sebagai berikut.

a. Pemusatan Sumber Daya Manusia
Munculnya sentra pertumbuhan di suatu wilayah akan menarik tenaga kerja yang banyak. Para pekerja dari luar wilayah akan pindah dan menetap di wilayah sentra pertumbuhan sehingga terjadi pemusatan penduduk atau sumber daya manusia. Arus migrasi penduduk dari daerah pedesaan menuju sentra pertumbuhan atau kota di Indonesia menunjukkan peningkatan seiring dengan perkembangan sentra pertumbuhan atau kota itu. Sebagai contoh, penambangan watu bara di wilayah Kalimantan memerlukan banyak tenaga kerja dari luar wilayah.

b. Perkembangan Ekonomi
Pusat pertumbuhan yang muncul di suatu wilayah akan meningkatkan aktivitas perekonomian di wilayah itu. Kesempatan kerja yang banyak dari banyak sekali bidang dan arus barang kebutuhan hidup berdampak pada perkembangan usaha-usaha ekonomi lain. Sebagai contoh, munculnya sentra pertumbuhan yang berawal dari aktivitas penambangan watu bara merangsang tumbuhnya kegiatankegiatan ekonomi lain, menyerupai warung makan, pasar, penginapan, toko kelontong, perjuangan transportasi, dan tempat hiburan. Dari perjuangan transportasi sendiri akan mendorong tumbuhnya penjualan alat-alat transportasi dan perbengkelan.

Banyak penduduk pendatang dan penduduk lokal membuka perjuangan atau melaksanakan aktivitas ekonomi di wilayah sentra pertumbuhan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Mereka bekerja sebagai wiraswastawan, pedagang, karyawan, buruh, dan penjualan jasa. Kawasan industri, perkebunan, pertambangan, kehutanan, dan pertanian merupakan wilayah yang sanggup dikembangkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan. Kegiatan ekonomi yang berkembang di wilayah sentra pertumbuhan akan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

c. Perubahan Sosial Budaya
Wilayah sentra pertumbuhan cenderung mempunyai penduduk yang makin padat. Kepadatan penduduk yang meningkat serta kemajuan komunikasi dan transportasi akan kuat pada kehidupan sosial budaya penduduknya.

Pengaruh sentra pertumbuhan yang semakin berkembang terhadap sosial budaya antara lain sebagai berikut.
1) Penduduk termotivasi untuk mempunyai keterampilan dan pengetahuan guna mengatasi problem jawaban perubahan social budaya.
2) Terjadi percampuran budaya (akulturasi) antara penduduk pendatang dan penduduk lokal serta antarpenduduk pendatang sendiri.
3) Arus informasi dari luar wilayah semakin meningkat.
4) Status sosial akan meningkat seiring peningkatan kesejahteraan hidup.
5) Perubahan perilaku penduduk terhadap disiplin waktu, penggunaan uang, dan pemilikan kebutuhan hidup.

Sumber http://www.ssbelajar.net/

Berlangganan Informasi Terbaru:

0 Response to "√ Sentra Pusat Pertumbuhan Diindonesia"

Posting Komentar