√ Interaksi Wilayah Desa Dan Kota


Versi bahan oleh Eni A dan Tri H


Bagaimanakah bentuk zona interaksi desa dan kota? Apakah faktor yang mengakibatkan interaksi wilayah desa dan kota? Apakah imbas interaksi tersebut?  Coba ikuti pemaparannya sebagai berikut Wilayah desa dan wilayah kota tidak statis. Artinya, kedua wilayah ini mengalami perkembangan dan saling berinteraksi. Interaksi desa dan kota dipengaruhi oleh banyak faktor. Interaksi desa dan kota membentuk zona interaksi.




Faktor yang Memengaruhi Interaksi Wilayah Desa dan Kota

Kontak atau hubungan dua wilayah atau lebih sanggup menghasilkan kenampakan baru. Interaksi desa dan kota sanggup dilihat sebagai proses sosial, proses ekonomi, proses budaya, dan proses politik yang sanggup memberi imbas bagi kedua wilayah. Interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan memiliki imbas terhadap sikap dari pihak-pihak yang bersangkutan dengan kontak pribadi melalui gosip yang didengar atau media massa.


Menurut Ullman, ada tiga unsur yang memengaruhi interaksi keruangan, yaitu:

a. Adanya Komplementaritas (saling melengkapi)
Suatu kawasan tidak sanggup mencukupi kebutuhannya sendiri sehingga memerlukan interaksi dengan kawasan lain. Adanya usul dan penawaran suatu komoditas akan mendorong terciptanya hubungan saling melengkapi banyak sekali kebutuhan dari kelompok insan maupun kawasan yang berbeda.

b. Adanya Transferabilitas
Proses perpindahan insan dan barang memerlukan biaya dan waktu. Jika transferabilitas mudah, maka arus komoditas akan semakin besar.

c. Adanya Intervening Opportunity
Peristiwa-peristiwa yang tidak terduga, menyerupai tragedi alam, wabah penyakit, dan insiden lainnya sanggup mengganggu gerak migrasi, transportasi, dan komunikasi. Hal itu mengakibatkan insan harus mengubah rencana awalnya dan mengganti dengan rencana baru.


Interaksi antara wilayah desa dan kota sanggup terjadi sebab banyak sekali faktor. Misalnya, peningkatan pengetahuan penduduk desa, ekspansi jaringan jalan antara desa dan kota, imbas budaya kota terhadap desa, dan kebutuhan timbal balik antara desa dan kota. Faktorfaktor tersebut memacu interaksi desa-kota secara sedikit demi sedikit dan efektif.

Kemajuan bidang transportasi mengakibatkan ketertutupan desa berangsur-angsur berkurang. Kehidupan kota telah memberi banyak imbas terhadap desa-desa di pinggiran kota. Salah satu pengaruhnya yaitu persentase penduduk desa yang bertani berkurang dan beralih pekerjaan pada bidang nonagraris. Wilayah desa yang terletak di pinggiran kota dikenal dengan ”rural urban areas”.

Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana transportasi sanggup mengurangi perpindahan penduduk desa ke kota. Penduduk desa sanggup bekerja di kota dengan memakai angkutan umum atau kendaraan pribadi tanpa harus menetap di kota. Mereka sebagai penglaju yang bekerja di kota dan kembali ke desa setiap hari.

Di bidang pendidikan, gedung-gedung sekolah dibangun di desadesa yang terletak jauh dari kota. Para guru sanggup tiba dari kota kecamatan, kabupaten, dan kota besar untuk mengajar. Perdagangan hasil pertanian dan kerajinan antardesa-kota sanggup berjalan lancar. Penduduk kota sanggup membeli sayur-sayuran dan buah-buahan yang masih segar dari desa.

Pasar-pasar kecil bermunculan di wilayah pinggiran kota (rural-urban). Wilayah pinggiran kota makin usang berkembang dan berubah fungsi, yaitu desa dagang (trade/merchandesing village). Hasil-hasil bumi dari desa dan hasil industri dari kota diperdagangkan di kawasan rural-urban ini.

Jumlah penduduk dan jaringan kemudian lintas yang bertambah di kawasan ini mempercepat pembentukan kota kecil baru. Jadi, perkembangan desa tidak hanya tergantung pada petani desa, tetapi sanggup juga tergantung pada suatu lokasi yang menguntungkan.

Sumber http://www.ssbelajar.net/

Berlangganan Informasi Terbaru:

0 Response to "√ Interaksi Wilayah Desa Dan Kota"

Posting Komentar