Pengertian Likuiditas Dan Pola Likuiditas
Dalam dunia akuntansi dan ekonomi, terutama jikalau anda mempelajari ihwal kondisi kesehatan keuangan / laporan keuangan perusahaan, anda niscaya sering mendengar istilah LIKUIDITAS. Apa yang dimaksud dengan likuiditas dan seberapa penting ukuran likuiditas bagi perusahaan? Likuiditas mengandung beberapa pengertian penting yaitu sebagai berikut:
1. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar / melunasi kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
2. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk menyediakan aset-aset lancarnya yang paling likuid, yaitu kas dan setara kas.
3. Likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi dana yang diperlukan sesegera mungkin sesuai dengan jumlah dan yang diperlukan oleh perusahaan.
4. Likuiditas merupakan kemmapuan perusahaan untuk meminimalkan risiko-risiko kebangkrutan yang terjadi dalam jangka pendek.
Dari beberapa pengertian diatas, sanggup disimpulkan bahwa pengertian likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam menyediakan aset lancar biar perusahaan sanggup membayar kewajiban (utang) yang akan jatuh tempo dengan segera (dibawah 1 tahun).
Perusahaan yang manis yaitu perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi, yang berarti aset lancar perusahaan jauh lebih besar ketimbang kewajiban lancarnya, sehingga perusahaan mempunyai aset yang tersedia sewaktu-waktu untuk melunasi utang jangka pendeknya
Bagaimana cara mengukur likuiditas perusahaan, atau bagaimana kita bisa tahu bahwa perusahaan A atau perusahaan B likuid atau tidak likuid? Dalam hal ini kita bisa melihatnya melalui analisis rasio keuangan, yaitu analisis rasio likuiditas.
Ada 3 rasio likuiditas yang utama dan sangat umum digunakan, yaitu rasio lancar (current ratio), rasio cepat (quick ratio) dan rasio kas (cash ratio). Berikut rumus untuk ketiga rasio tersebut:
Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Suatu perusahaan dikatakan likuid apabila rasio lancarnya diatas 1, yang artinya jumlah aset lancar lebih besar daripada kewajibannya.
Sedangkan rasio cepat hampir sama dengan rasio lancar, hanya saja rasio cepat tidak memasukkan persediaan, alasannya yaitu persediaan yaitu item dalam aset lancar yang paling sulit untuk diubah menjadi kas. Sama dengan rasio lancar, suatu perusahaan dikatakan mempunyai likuiditas yang baik apabila mempunyai rasio diatas 1.
Sedangkan rasio kas yaitu rasio yang hanya memasukkan kas dan setara kas. Hal ini dikarenakan kas dan setara kas yaitu item yang paling likuid dan paling gampang dipakai untuk membayar, apabila perusahaan membutuhkannya dengan segera.
Sumber http://bahasekonomi.blogspot.com
0 Response to "Pengertian Likuiditas Dan Pola Likuiditas"
Posting Komentar